Unknown

Kritikan Untuk generasi Muda

Merdeka... !!! Merdeka... !!! Merdeka... !!!
Sang bendera merah putih nampak berkibar dimana-mana. Tidak hanya di lapangan upacara, di pinggir jalan, di setiap sudut desa, mobil, bahkan motor pun nampak bendera merah putih terpajang. Sekilas mengingatkan kita atas perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Tidak sedikit nyawa yang melayang karena melawan para penjajah.
Pertanyaannya apa peran kita sebagai pemuda dan pemudi Indonesia dalam mengisi kemerdekaan tersebut.
Sebagian dari generasi muda di negeri ini telah banyak melakukan hal yang dapat mengharumkan nama Indonesia. Baik itu melalui prestasi olahraga di kancah international, melalui kecerdasan intelektual, olimpiade, atau yang di dalam negeri dengan cara menjadi pengusaha muda yang dapat memberikan lapangan pekerjaan. yang masih sekolahpun mengisi kemerdekaan dengan cara belajar yang rajin dan tidak melakukan hal yang tercela. Jika benar demikian, tentu kita akan bangga akan generasi pemuda tersebut. Tapi di sebagian yang lebih besar, saudara-saudara kita, teman-teman kita, tetangga atau mungkin adik/kakak kita membuat hati ini miris. Mereka mungkin merasa sudah merdeka, apalah arti merdeka kalau kenyataanya mereka masih di jajah oleh yang namanya rokok. Ya.. Rokok, pecandu rokok tidak akan sanggup sehari saja menginggalkannya. Jangankan sehari, selesai makanpun mereka harus merokok, mungkin baginya rokok itu cuci mulut kali ya. Kata orang jawa kalau setelah makan tidak merokok ibarat "ditapok cino ora ngelawan".
Sungguh amat disayangkan memang, lembaran rupiah habis demi sebungkus rokok. Apakah ia tidak sadar, dengan uang seharga sebungkus rokok tersebut ia dapat memberi makan anak yatim, pengemis, maupun orang yang kelaparan. Ya memang para pecandu rokok punya 1000 macam alasan untuk mengelak. Namun sebagian dari mereka punya kesadaran untuk berhenti. Hanya saja ia dikalahkan oleh dirinya sendiri yang sudah kencanduan.
Mari kita tinggalkan para perokok, kita lihat sebagian dari generasi muda kita menyuarakan kebebasan. Mereka membentuk aliran Punk, yang mereka teriakan, yang mereka orasikan, KEBEBASAN. Ya memang siapa yang tidak menyukai kebebasan. Tapi kebebasan yang mereka maksud malah membawa mereka kearah kebebasa yang tidak beraturan. Berpakaian lusuh entah 1-2 minggu atau bahkan 1 bulan tidak dicuci, dengan rambut gimbal, atau rambut di semir merah, berjalan di antara trotoar2, berkelana dengan numpang mobil. Kalau dirinya sendiri makan sehari sekali mungkin masih bertahan, tapi apakah dengan keegoisan seperti itu ia tidak memikirkan kehidupan oranglain, orangtuanya, saudaranya, adik-adiknya, atau istri dan anak-anaknya nanti.

Sedih memang melihat fakta kehidupan generasi muda kita saat ini, sebenarnya masih banyak lagi hal yang menjajah kita. Baik itu melalui internet/situs jejaring sosial, minuman berakohol dll, ya pada intinya tergantung dari orang tersebut. Ia yang mengatur benda ataukah benda tersebut yang mengatur dirinya.
Yuk, secara pribadi saya mengajak kepada teman-teman untuk dapat meluangkan waktunya, mengisi waktunya untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Bercita-citalah menjadi seorang pengusaha. karena di negeri kita ini masih banyak membutuhkan pengusaha-pengusaha yang dapat mengurangi pengangguran. Sekian dan terimakasih. Salam damai dari saya, Kulo ndak dewean. MERDEKA !!!!

Unknown

About Unknown -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

Di Mohon Sumbang Sarannya...!!